Tokyo
Tokyo, ibu kota Jepang dan salah satu megakota terbesar di dunia, menampung 14 juta penduduk di prefektur dan 38 juta di wilayah metropolitan. Tokyo memadukan 400 tahun sejarah sejak pendirian shogunat Edo pada 1603 dengan cakrawala pencakar langit Shinjuku, Shibuya, dan Stasiun Tokyo. Kuil-kuil, empat musim Istana Kekaisaran, lanskap malam teluk, dan kontras antara galeri bawah tanah dengan pencakar langit menawarkan subjek yang terus berubah.
Highlights
- Pencakar langit Shinjuku, Shibuya, dan Tokyo — observatorium Pemerintah Metropolitan Tokyo, persimpangan Shibuya, dan lanskap malam Marunouchi menyaingi kota global mana pun
- Tokyo Tower dan Skytree — menara merah 333 m dan menara siaran 634 m (ke-3 tertinggi di dunia) dengan perubahan iluminasi musiman
- Istana Kekaisaran dan Chidorigafuchi — oasis hijau di sekitar bekas Kastel Edo, tempat bunga sakura nomor satu di Tokyo pada musim semi
- Asakusa dan Ueno — gerbang Kaminarimon, jalan perbelanjaan Nakamise, kuil Sensoji, ditambah bunga sakura taman Ueno dan pasar Ameyoko
- Odaiba dan Toyosu — Rainbow Bridge dan distrik tepi teluk, lanskap malam luar biasa dan fotografi jam biru
Quick Answers
Apa itu Tokyo?
Ibu kota Jepang dengan sekitar 14 juta penduduk, salah satu megakota terbesar di dunia. Memadukan 400 tahun warisan Edo dengan pencakar langit terdepan, menawarkan variasi tak terbatas dari kuil dan musim istana hingga lanskap malam tepi teluk.
Kapan musim terbaik untuk memotret Tokyo?
Bunga sakura akhir Maret hingga awal April, warna musim gugur akhir November hingga awal Desember, dan lanskap malam sepanjang tahun (lebih jernih di musim dingin). Salju langka kadang mengubah Tokyo pusat menjadi subjek unik.
Tips untuk fotografi malam di Tokyo?
Tripod, ISO rendah, dan eksposur panjang. Jam biru (30 menit setelah matahari terbenam) paling baik menyeimbangkan langit dan lampu kota. Perhatikan jam tutup observatorium; atap memerlukan perlengkapan angin dan dingin.













